Jumat, 27 Juni 2014

Kelebihan dan Kelemahan Kartu Kredit Bagi Konsumen Penggunanya

Kartu kredit merupakan alat bantu pembayaran yang lazim di sebagian masyarakat kita, bahkan kecenderungannya kartu kredit sudah merupakan gaya hidup. Kartu kredit bahkan memberikan banyak peluang tambahan bagi konsumen pengguna untuk mendapatkan kemudahan baik dalam bertransaksi maupun skema pembayaran yang bisa dicicil.
Kartu kredit memiliki berbagai macam kelebihan, antara lain:
1. Kartu kredit dapat digunakan untuk mempermudah alat pembayaran sehingga kita tidak perlu susah-susah membawa uang tunai.
2. Kartu kredit dapat digunakan untuk mengumpulkan semua bentuk pengeluaran belanja dalam satu tagihan sehingga waktu yang kita keluarkan dapat lebih efisien. Bahkan ada juga kartu kredit yang memiliki fasilitas untuk membayar pengeluaran rutin, seperti tagihan telepon, tagihan listrik, dan tagihan air.
3. Kartu kredit juga dapat digunakan untuk mencatat pengeluaran kita secara rutin sehingga mempermudah kita dalam mengelola keuangan dalam keluarga.
4. kartu kredit juga dapat digunakan untuk menghemat pengeluaran kita, misalnya untuk diskon kamar hotel, diskon makan di restoran, atau diskon belanja.
5. Tidak perlu membawa uang kontan kemana-mana yang bisa membahayakan keselamatan kita.
6. Pengeluaran akan tertera jelas di rekening giro, bisa untuk melakukan cross checking di rumah pada akhir bulan.
7. Kartu kredit tertentu memberi servis asuransi kesehatan, perjalanan, pencurian, ataupun kerusakan barang yang dibeli dengan kartu tersebut (perlu dibicarakan pada bank pada saat transaksi).
8. Pemilikan kartu kredit international mempermudah perjalanan anda ke luar negeri.
9. Pada bank tertentu, konsumen bisa memiliki kartu tambahan untuk pasangan atau anak (untuk satu account), baik berupa kartu identik dengan nomor identiti dan pin yang sama ataupun kartu tambahan yang berbeda nomor identiti dan nomor pin-nya.
10. Bisa melakukan transaksi lewat internet (hati-hati dalam memilih website).
11. Bisa belanja sekarang dan bayar bulan depan dengan bunga sekitar 2,5% – 3 % tergantung bank yang bersangkutan.
12. Bisa melakukan transaksi bisnis di internet (e-commerce) dengan menuliskan nama dan nomor kartu kredit (16 digit).
13. Bisa dianggap lebih bergengsi, karena orang yang mempunyai kartu kredit adalah orang yang berpenghasilan cukup besar.
14. Kemudahan dalam melakukan pembayaran yang bisa dilakukan dengan mencicil atau membayar minimun dari tagihan yang dikirim tiap bulannya.
15. Tingkat keamanan yang cukup tinggi jadi bila kartu kredit kita dicopet, maka bisa segera melapor ke card center untuk melakukan pemblokiran kartu kredit.
16. Kemudahan dalam menggunakan dana pihak lain tanpa bunga bila dilakukan pembayaran lunas tiap tagihan datang (grace period).
17. Kemungkinan mendapatkan berbagai hadiah atau tawaran dengan harga diskon khusus bagi pemegang kartu kredit tertentu.
Akan tetapi, kartu kredit pun memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Kartu bisa dibobol orang lain yang tidak jujur, misalnya bila penjual tidak jujur maka ia akan menggosok slip kredit lebih dari 1 kali sebelum kita tanda tangani. Ia akan menagih ke bank yang bersangkutan untuk transaksi lain dengan menggunakan slip yang kedua dengan mencantumkan tanda tangan kita yang dipalsukan seperti pada slip yang pertama.
2. Bila transaksi bisnis dilakukan di internet, maka bila di penjual tidak jujur, ia akan menerima pembayaran dari bank yang bersangkutan, tetapi ia tidak mengirimkan barang yang kita pesan.
3. Apabila kita butuh uang atau ingin belanja lebih banyak dari kemampuan, kita tetap bisa memakai kartu tersebut, namun yang sering dilupakan oleh konsumen adalah persentase bunga kredit konsumsi yang sangat tinggi.
4. Jenis kartu kredit yang menggunakan band magnetik tidak terlalu baik keamanan-nya. Sayangnya di Indonesia kartu jenis ini masih banyak di produksi, jadi akan lebih baik kalau dibuat pengamanan tambahan dengan micro chip seperti yang dipakai di Eropa.
5. Pembayaran pertahun yang cukup mahal, termasuk pembayaran tambahan untuk pengambilan uang di luar negeri, termasuk transaksi internet pada website yang berada di luar negeri.
6. Nilai pertukaran uang ditentukan oleh bank penerbit, sehingga terkadang pihak bank agak seenaknya memberi rata rata harian nilai pertukaran uang.
7. Jangan sampai berurusan dengan debt collector yang sering dipakai oleh pihak Bank di Indonesia untuk menagih hutang. Bisa jadi perabotan rumah tangga pun akan dibawa pada saat penagihan.
8. Pada saat mengambil uang tunai melalui ATM, maka secara langsung dikenakan fee pengambilan yang besarannya sekitar 30 sampai 40 ribu (tergantung institusi penerbit).
9. Beban administratif dan beban bunga yang terlalu tinggi jika melakukan pengambilan uang di ATM.
Setelah mengamati kelebihan dan kelemahan dari kartu kredit, diharapkan kita sebagai konsumen dapat meniliti dengan seksama sebelum mengambil keputusan untuk memiliki kartu kredit. Jangan sampai kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh kartu kredit yang ditawarkan malah memberikan petaka di kemudian hari. Diharapkan juga agar konsumen dapat lebih bijak dalam memakai fungsi dari kartu kredit itu sendiri (Enrice Irene).

Etika Dalam Auditing

Pengertian Etika Berdasarkan Bahasa
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika/
Auditing adalah suatu proses dengan apa seseorang yang mampu dan independent dapat menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan yang terukur dari suatu kesatuan ekonomi dengan tujuan untuk mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari keterangan yang terukur tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Etika dalam auditing adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut, serta penyampaian hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Independensi
Independensi adalah keadaan bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain (Mulyadi dan Puradireja, 2002: 26).
Dalam SPAP (IAI, 2001: 220.1) auditor diharuskan bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi, karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum (dibedakan di dalam hal ia berpraktik sebagai auditor intern).
Terdapat tiga aspek independensi seorang auditor, yaitu sebagai berikut.
(1)   Independence in fact (independensi dalam fakta)
Artinya auditor harus mempunyai kejujuran yang tinggi, keterkaitan yang erat dengan objektivitas.
(2)   Independence in appearance (independensi dalam penampilan)
Artinya pandangan pihak lain terhadap diri auditor sehubungan dengan pelaksanaan audit.
(3)   Independence in competence (independensi dari sudut keahliannya)
Independensi dari sudut pandang keahlian terkait erat dengan kecakapan profesional auditor.
Tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen
Tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan auditor merupakan sarana bagi auditor untuk menyatakan pendapatnya, atau apabila keadaan mengharuskan, untuk menyatakan tidak memberikan pendapat. Baik dalam hal auditor menyatakan pendapat maupun menyatakan tidak memberikan pendapat, ia harus menyatakan apakah auditnya telah dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia mengharuskan auditor menyatakan apakah, menurut pendapatnya, laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan jika ada, menunjukkan adanya ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
Perbedaan tanggung jawab auditor independen dengan tanggung jawab manajemen.
Auditor bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan.1 Oleh karena sifat bukti audit dan karakteristik kecurangan, auditor dapat memperoleh keyakinan memadai, namun bukan mutlak, bahwa salah saj i material terdeteksi.2 Auditor tidak bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh keyakinan bahwa salah saji terdeteksi, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan, yang tidak material terhadap laporan keuangan.
Auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam melakukan audit atas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau organisasi.
Tanggung Jawab Auditor
The Auditing Practice Committee, yang merupakan cikal bakal dari Auditing Practices Board, ditahun 1980, memberikan ringkasan (summary) tanggung jawab auditor:
  • Perencanaan, Pengendalian dan Pencatatan. Auditor perlu merencanakan, mengendalikan dan mencatat pekerjannya.
  • Sistem Akuntansi. Auditor harus mengetahui dengan pasti sistem pencatatan dan pemrosesan transaksi dan menilai kecukupannya sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
  • Bukti Audit. Auditor akan memperoleh bukti audit yang relevan dan reliable untuk memberikan kesimpulan rasional.
  • Pengendalian Intern. Bila auditor berharap untuk menempatkan kepercayaan pada pengendalian internal, hendaknya memastikan dan mengevaluasi pengendalian itu dan melakukan compliance test.
  • Meninjau Ulang Laporan Keuangan yang Relevan. Auditor melaksanakan tinjau ulang laporan keuangan yang relevan seperlunya, dalam hubungannya dengan kesimpulan yang diambil berdasarkan bukti audit lain yang didapat, dan untuk memberi dasar rasional atas pendapat mengenai laporan keuangan.
Opini Auditor
Munawir (1995) terhadap hasil audit memberikan beberapa pendapat sepotong-sepotong auditor, antara lain:
  • Pendapat Wajar Tanpa Bersyarat. Pendapat ini hanya dapat diberikan bila auditor berpendapat bahwa berdasarkan audit yang sesuai dengan standar auditing, penyajian laporan keuangan adalah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), tidak terjadi perubahan dalam penerapan prinsip akuntansi (konsisten) dan mengandung penjelasan atau pengungkapan yang memadai sehingga tidak menyesatkan pemakainya, serta tidak terdapat ketidakpastian yang luar biasa (material).
  • Pendapat Wajar Dengan Pengecualian. Pendapat ini diberikan apabila auditor menaruh keberatan atau pengecualian bersangkutan dengan kewajaran penyajian laporan keuangan, atau dalam keadaan bahwa laporan keuangan tersebut secara keseluruhan adalah wajar tanpa kecuali untuk hal-hal tertentu akibat faktor tertentu yuang menyebabkan kualifikasi pendapat (satu atau lebih rekening yang tidak wajar).
  • Pendapat Tidak Setuju. Adalah suatu pendapat bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil operasi seperti yang disyaratkan dalam Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Hal ini diberikan auditor karena pengecualian atau kualifikasi terhadap kewajaran penyajian bersifat materialnya (terdapat banyak rekening yang tidak wajar).
  • Penolakan Memberikan Pendapat. Penolakan memberikan pendapat berarti bahwa laporan audit tidak memuat pendapat auditr. Hal ini bisa diterbitkan apabila: auditor tidak meyakini diri atau ragu akan kewajaran laporan keuangan, auditor hanya mengkompilasi pelaporan keuangan dan bukannya melakukan audit laporan keuangan, auditor berkedudukan tidak independent terhadap pihak yang diauditnya dan adanya kepastian luar biasa yang sangat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.
  • Pendapat Sepotong-sepotong. Auditor tidak dapat memberikan pendapat sepotong-sepotong. Hasil auditnya hanya akan memberikan kesimpulan bahwa laporan keuangan yang diaudit secara keseluruhan.
Dalam praktek sehari-hari, tidak jarang ditemukan kesalahpahaman klien yang menganggap laporan keuangan adalah merupakan tanggung jawab auditor sepenuhnya karena merupakan produk dari hasil pekerjaan auditor. Dalam proses penerbit audit report, auditor memang sering membantu klien mempersiapkan draft laporan keuangan, sebagaian ataupun seluruhnya, sehingga klien menganggap bahwa laporan keuangan adalah merupakan tanggung jawab auditor.

Sejarah Prudential

Prudential Inc merupakan salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia yang memiliki kantor perusahaan di seluruh dunia.
banyak orang yang tidak mengertahui sejarah awal perusahaan ini dari awal berdiri hingga saat ini.
Prudential memiliki sejarah panjang hingga menjadi salah satu perusahaan raksasa tingkat dunia  yaitu sebagai berikut :

1848
Prudential didirikan pada 30 May 1848 di Hatton Garden, London, Inggris. Perusahaan ini didirikan dengan nama “Prudential Mutual Assurance Investment and Loan Association” dengan core bisnis asuransi jiwa dan pinjaman bagi kelas ekonomi menengah di Inggris saat itu.

1854
Setelah melakukan bisnis pada kelas mengengah Prudential melakukan langkah yang berani untuk membuka asuransi jenis baru yaitu asuransi industri, yang ditujukan kepada para pekerja industri. Dimana premi di mulai dari 1 Penny. Prudential adalah yang pertama mengembangkan bisnis asuransi dengan Agent Agent nya yang menjual asuransi Door to Door.

Asuransi ini di kemas bersamaan dengan Investasi yang menarik, dan proses administrasi yang efisien.

1856
Pertama kalinya di perkenalkan oleh Prudential Sebuah Polis Yang Tercetak tentang ketentuan ketentuan asuransi Prudential.
Produk baru ini membuka market yang luar biasa besar bagi bisnis asuransi Prudential.

1860
Prudential Mengakuisisi Perusahaan Asuransi saingan terbesarnya, “The British Industry Life Assurance Company” dan berubah nama menjadi “The British Prudential Assurance Company.”

1865
Prudential kembali mengakuisisi Perusahaan Asuransi Saingan nya “The Consolidated Life Assurance Company“. Dan menjadikan Prudential sebagai Perusahaan Asuransi Terbesar Di Inggris pada era tahun 1860 an

Dan Prudential sekarang di kenal sebagai, “Prudential Assurance Company”

1871
Untuk memenuhi pekerjaan administratif yang semakin banyak Prudential mulai mempekerjakan tenaga kerja administrasi wanita – dimana hal ini belum umum di lakukan di Inggris pada masa itu.
Pendapatan Premi Prudential pun meningkat tajam sebagai bukti kuatnya image perusahaan dan kepercayaan masyarakat. Dari £ 1.836 pada tahun 1851, menjadi £ 52,009 pada tahun 1861 dan £ 348,975 pada tahun 1871.
 Prudential dapat membangun kepercayaan masyarakat inggris hanya dalam waktu 20 tahun saja.

1879
Prudential memindahkan kantornya ke Holborn Bars untuk membangun sebuah kantor yang besar demi menjaga citra nya. Kantor tersebut di design oleh seorang arsitek terkenal Inggris Alfred Waterhouse yang juga terkenal sebagai arsitek dari Natural History Museum di Inggris.
Bangunan ini adalah simbol status Prudential sebagai sebuah perusahaan asuransi terbesar di Inggris.

1881
Prudential secara resmi menjadi Perseroan Terbatas. Atau limited liability company

1901
Berdirinya M&G, Municipal and General Securities Company yang merupakan group dari Civil and Constructional Engineering Company White Drummond.


Sejarah Prudential Plc – Bagian II
1812
Kesejahteraan sosial yang selama ini menjadi tanggung jawab perusahaan dan sebagian di sediakan oleh lembaga lembaga amal, Pada tahun ini di undang undangkan menjadi tanggung jawab pemerintah. Undang undang ini dikenal dengan Lloyd George’s National Insurance Act .
Perusahaan – perusahaan swasta mulai untuk membayar tunjangan kesehatan dan pensiun bagi karyawan nya. Prudential adalah Perusahaan Asuransi Prudential adalah yang pertama mendapatkan pengakuan dari pemerintah untuk menyelenggarakan program ini. Pada tahun 1948 sebanyak 5 juta orang telah merasakan manfaat program Prudential ini.

1813
Untuk pertama kalinya Prudential menggunakan “Powers Samas punch card machines” untuk mengurangi beban pekerjaan administratif yang kian meningkat. Dengan sistem informasi modern untuk saat itu, maka  Prudential dapat merecord seluruh kegiatan nya dan meneruskan informasi tersebut dari Prudential Approved Societies ke administer the new National Health Insurance.
Dengan memiliki 150 mesin punch card, pada tahun 1923 Prudential merupakan perusahaan dengan pengguna mesin punch card terbesar di seluruh dunia. Yang di tahun tahun berikutnya mesin Punch Card menjadi familiar dalam accounting.

1919
Untuk pertama kalinya Prudential menjadi sebuah perusahaan Asuransi Umum dimana Prudential menjual berbagai macam produk asuransi seperti; Kebakaran, Kecelakaan, Property, Kendaraan dan Lain lain.

1921
Prudential membuka kantor cabang di Perancis, Yang merupakan langkah awal untuk menjadi sebuah perusahaan berskala internasional. Kantor kantor Agency mulai di dirikan di seluruh dunia. Dan pada tahun 1930 di buka kantor cabang utama pertama yang beroperasi Independen.
Kantor Agency juga di dirikan di India, Canada, Australia, Afrika, Asia Timur Jauh dan Malaysia.

1926
Iklan dan Brand Imaging mulai di lakukan dengan serius. Di buat departemen khusus untuk itu. Departemen ini bertugas untuk menjaga brand Images Prudential di seluruh dunia dan juga untuk membantu mensosialisasikan produk produk prudential yang terus di kembangkan.

1929
Group Pensiun di perkenalkan untuk pertama kalinya. Sebagai produk baru, yang menyediakan keamanan dan kesejahteraan bagi usia tidak produktif.

1931
Perusahaan Investasi dan Mutual Fund M&G di dirikan. Perusahaan ini adalah perusahaan Asset Management pertama yang ada di Inggris. Pertama kali berinvestasi pada saham 24 perusahaan terbaik di inggris.
Ide membuat perusahaan ini datang setelah kejatuhan bursa wall street pada tahun 1929.

1940
Seluruh staff dan kegiatan kantor di pindahkan ke Turki selama perang berlangsung

1949
Pertama kalinya di kenal term “The Man From Pru”. Image ini begitu berkesan pada waktu itu. Prudential berhasil membuat image Agen asuransi adalah pekerjaan yang terhormat.

1961
Kantor Jackson National Life pertama di buka di Jackson, Michigan USA.

Link : http://agenprudentialblog.wordpress.com/2012/07/26/bagaimana-sejarah-prudential/#more-5

Kamis, 26 Juni 2014

Memilih Sisir Sesuai Model Rambut



Maksimalkan penataan rambut dengan sisir yang tepat. Tiap model rambut mempunyai kekhasan. Sesuaikan sisir yang digunakan dengan jenis rambut untuk mendapatkan efek penataan yang optimal.

Rambut Model Bob
Untuk menata rambut model bob, gunakan sisir fine-toothed comb  atau sering juga disebut styling brush . Sisir ini memiliki bentuk bantalan yang melengkung dan merupakan sisir sikat yang paling sering digunakan. Sesuai dengan namanya, styling brush,  sisir ini digunakan untuk menata rambut (styling ). Penataan rambut model bob dengan sisir ini akan memberi efek volume yang natural. Selain model bob, sisir ini juga bisa digunakan untuk merapikan rambut yang tidak bermasalah atau lurus. Bisa juga dipakai untuk membuat tatanan sleek ponytail , atau merapikan rambut pria.

Rambut Bergelombang
Untuk membuat rambut terlihat lebih bergelombang dan bervolume, gunakan sisir sikat berongga atau vent brush . Biasanya vent brush hadir dengan bentuk menyerupai sikat dan bulat, yang berguna memberikan efek gelombang pada rambut, menambah volume rambut hingga terkesan tebal dan mengembang, serta memiliki kemampuan menguraikan rambut kusut. Sikat ini juga biasa digunakan saat proses pengeringan rambut dengan hair dryer .
Selain vent brush, boar bristle brush  bisa juga digunakan untuk memberi efek rambut bervolume. Sisir yang juga disebut grooming brush  atau sisir sikat ini berfungsi untuk merawat rambut karena bulu sikatnya yang padat dan halus. Selain berfungsi menata rambut, sisir ini bisa digunakan untuk membantu memperlancar peredaran darah di kulit kepala.

Rambut Kempes
Beberapa waktu setelah ditata, seringkali rambut terlihat kempes. Untuk membuatnya kembali bervolume bisa menggunakan teaser comb  yang berfungsi untuk “mengacak-acak” atau memberi sedikit volume dan mengembangkan tatanan rambut yang telah kempes.

Rambut Lurus Panjang
Sisir jenis paddle brush  sangat cocok digunakan untuk rambut lurus panjang. Sekilas mirip dengan styling brush , hanya saja bentuknya lebih pipih dan besar. Sisir ini memiliki dasar berupa bantalan karet yang lebar dan rata, dengan ujung gerigi yang empuk. Sisir ini membuat rambut terlihat lembut dan halus, sekaligus memperoleh kesan lebih panjang dari sebelumnya. Selain berfungsi memberikan volume pada rambut, sisir ini juga berguna untuk memijat-mijat kulit kepala agar peredaran darah lancar. Jenis sisir ini tidak cocok untuk rambut yang memiliki banyak layer  karena sisir ini dikhususkan untuk membuat kesan datar pada rambut.

Link: http://www.tabloidnova.com/Nova/Tips/Tips-Memilih-Sisir-Sesuai-Model-Rambut/

Merawat Rambut Rusak Menjadi Sehat Alami

Rambut adakah mahkota. Setiap orang di dunia ini pasti ingin memiliki rambut yang indah dan sehat, baik itu pria maupun wanita. Sehingga kunci utama mempunyai rambut indah adalah selalu menjaga kelembapan alami rambut. Merawat rambut memnag tidaklah mudah jika tidak memahami dan mengenali jenis rambut. Sebelum melalukan perawatan rambut sebaiknya kenalilah jenis rambut sehingga dapat memudahkan merawatnya dengan baik dan benar.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfuJhskKpOVVjhCEUI43SXyK8OMTSqhfrQP4YPIklZPs1IqTjQzQNzHKl2OrqIETWGJEsUFGrFXU3kUh89VRw4SX4PKpy9TSGuG6lYfFX05zA_-PTDAZ4rVTgQnsqfheVvDnbem_zpJkg/s320/Rambut-Indah-.jpg

Untuk membuat rambut tidak terlihat kering dan kusam sebaiknya gunakanlah shampioo dan condisioner yang sesuai dengan rambut para sobat sekalian. Condisioner dapat dibuat sendiri menggunkan bahan-bahan alami. Sehingga para sobat tidak perlu lagi melakukan  perawatan rambut di salon yang cukup mengeluarkan dana. Hm... cukup menghemat biaya bukan ?? Berikut ini adalah cara merawat rambut dan tips merawat rambut rusak dengan alami :


MERAWAT RAMBUT AGAR MENJADI SEHAT

  • 1. BERSIHKAN RAMBUT SECARA TERATUR
Agar kebersihan rambut dan kulit kepala terjaga, usahakan minimal membersihkan rambut anak dua hari sekali. Sebaiknya, aktivitas mencuci rambut bagi anak tidak terlalu lama. Satu atau dua menit pun cukup. Setelah itu, dibilas hingga bersih. Kebersihan rambut bisa membantu lancarnya sirkulasi darah pada kulit kepala. Rambut yang bersih juga membantu mengurangi stres dan membantu jaringan metabolisme agar tetap tumbuh dan berkembang secara normal. Kutu rambut pun tidak diberi kesempatan untuk hidup. Rambut wangi, bersih, dan segar.
Sedangkan pada bayi, keramas dapat dilakukan satu atau dua kali seminggu. Ingat, rambut bayi tidak terlalu kotor, selain tidak mengeluarkan banyak keringat. Rambut bayi juga tidak selebat rambut orang dewasa. Seminggu sekali bersihkan kulit kepalanya menggunakan baby oil lalu segera keramas.
  • 2. PILIH SAMPO YANG TEPAT
Disarankan membeli sampo berkualitas baik yang mampu menghilangkan minyak, sisik kepala, dan membuat rambut si kecil jadi lebih lemas, gampang disisir, serta tidak mudah kusut. Ada banyak sampo pilihan buat anak. Sedangkan untuk bayi, pilihlah yang bahan aktifnya tidak mengiritasi mata dan tidak memicu alergi.
  • 3 PILAH-PILIH SISIR
Gunakan sisir yang bergigi renggang atau sikat rambut yang tidak tajam. Sisiri rambut anak secara lembut. Bila tidak, salah-salah cara rambut si kecil malah rusak dan rontok. Jadikan acara menyisiri rambut ini sebagai ajang untuk menunjukkan kasih sayang dan menjalin kedekatan.
Kesehatan rambut erat kaitannya dengan pemilihan sisir yang tepat. Sisir yang kurang baik akan mudah menyebabkan rambut rusak atau rontok. Hindari membeli sisir berbahan nilon karena berisiko menyebabkan rambut mudah patah. Meskipun terlihat gaya, sisir berbahan metal juga dapat merusak rambut. Jangan lupa, bersihkan sikat dari sisa rambut yang tersangkut. Cuci dengan air hangat hingga bersih. Untuk bayi, gunakan selalu sisir bayi yang lembut.
  • 4. GUNTING RAMBUT
Guntinglah rambut secara teratur. Selain untuk menjaga penampilan, rambut yang pendek juga memudahkan orangtua menjaga kebersihan rambut. Memotong rambut juga berguna agar ujung-ujung rambut tetap sehat, tidak bercabang, mudah patah, atau kering. Bahkan untuk bayi, orangtua bisa menggunduli anak dalam beberapa waktu tertentu. Selain rambut dan kulit kepala bayi mudah dibersihkan, rambut yang baru akan tumbuh lebih lebat dan hitam.
  • 5. KONSUMSI MAKANAN BERGIZI
Rambut sehat memerlukan asupan nutrisi yang baik. Kurangnya asupan protein dan vitamin dapat membuat rambut rontok, kusam, kemerahan, berketombe, dan akhirnya rontok. Ingat, vitamin dan zat gizi berperan dalam menunjang kekuatan dan kesehatan rambut. Vitamin B kompleks, misalnya, jika asupannya kurang dapat menyebabkan rambut kusam, juga tumbuh suburnya ketombe. Sedangkan vitamin C dapat menjaga kekuatan akar rambut. Ingat akar rambut berperan dalam kesehatan rambut secara keseluruhan. Lewat akarlah, semua zat gizi diserap dan disalurkan ke rambut. Kurangnya zat besi juga berisiko menimbulkan kerontokan rambut. Zat belerang juga berperan dalam memberikan kilau pada rambut. Kandungan zat gizi ini dapat ditemukan pada ikan, telur, dan lain-lain. Sedangkan lemak berperan dalam menjaga kekuatan rambut, disamping kilau rambut.
Untuk bayi, sangat dianjurkan mengonsumsi ASI secara eksklusif. Ini karena ASI kaya kandungan gizi, tidak dapat tertandingi oleh susu formula atau nutrisi lainnya.
  • 6. IKAT RAMBUT SAAT BEROLAHRAGA
Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Namun, aktivitas itu juga berpotensi merusak rambut. Jika rambut anak panjang, ikatlah dan jepit ke atas. Pastikan rambut itu tidak menghalangi gerakan dan pandangan anak. Penggunaan ikat kepala atau bando juga bisa menjadi solusi. Selain tampil lebih gaya, rambut anak pun lebih terjaga. Bila menggunakan penutup kepala atau bandana, pilihlah yang cepat menyerap keringat sehingga tidak menumpuk di kulit kepala. Ingat, endapan keringat yang mengering dapat merusak akar rambut.
  • 7. JAUHI SINAR MATAHARI
Terik matahari dapat merusak rambut. Itulah mengapa, saat bepergian di tengah terik matahari, usahakan memakai topi atau payung. Usahakan rambut terlindungi dari sinar matahari.
  • 8. KENAKAN PENUTUP SAAT BERENANG
Saat berenang, kenakan penutup rambut setelah membasahi rambut seluruhnya. Selesai berenang cuci rambut untuk menghilangkan klorin yang menempel pada rambut. Jika mungkin kenakan kondisioner tanpa bilas sebelum Anda masuk ke kolam.
  • 9. HATI-HATI SAAT MENGERINGKAN
Mengeringkan dengan handuk bisa jadi penyebab kerusakan rambut. Menggosok rambut basah dengan handuk membuat helai-helai rambut kusut dan mudah terjerat pada benang-benang di handuk, sehingga tertarik dan mudah putus, rusak pada kutikula, dan ujung rambut terbelah. Jadi, tepuk-tepuk saja rambut basah dengan handuk, lalu diurut sesuai arah pertumbuhan rambut. Memang cara ini agak makan waktu, tetapi berharga untuk rambut anak.

MERAWAT RAMBUT RUSAK

  • 1. RAMBUT BERMINYAK
Ada beberapa penyebab sehingga rambut bisa menjadi berminyak yaitu karena faktor keturunan, terlalu jarang mencuci rambut dan aktivitas hormon yang tinggi. Gunakanlah shampoo yang ringan dan shampoo khusus untuk rambut berminyak seperti shampoo bayi juga bagus. Cucilah rambut setiap hari, sebaiknya bilas dengan air dingin secara menyeluruh, hindarilah membilas rambut dengan menggunakan air hangat karena dapat membuat kulit kepala semakin berminyak. Perawatan rambut berminyak bisa menggunakan minyak kelapa atau jojoba. Gunakanlah condisioner hanya diujung-ujung ranbut saja, dan hindarilah menggunakan condisioner pada batang rambut yang berada di dekat akar rambut. Para sobat juga bisa menggunakan bahan-bahan tradisional dengan buah lemon, yaitu alurkan jus lemon pada kulit kepala dan rambut untuk mengurangi minyak yang ada pada rambut dan kulit kepala.

  • 2. RAMBUT PATAH DAN RUSAK
Jika mempunyai rambut yang patah dan rusak maka gunakanlah condisioner yang mengandung banyak pelembab. Hindarilah melakukan pengeritingan atau mewarnai rambut hingga rambut dalam keadaan baik. Saat mencuci rambut sebaiknya gosok rambut dengan lembut pada kulit kepala. Untuk rambut patah dan rusak buatlah condisioner dengan yogurt. Caranya adalah campur yogurt tawar kemasan kecil, satu butir putih telur, dan satu sendok makan madu. Sebaiknya gunakanlah pada rambut yang basah. Lalu diamkan selama sekitar kurang lebih 5 menit, kemudian bilas dengan air bersih. Gunakanlah 1minggu 2 kali jika menggingginkan hasil yang menabjubkan.

  • 3. RAMBUT KERING
Jika mempunyai jenis rambut kering dan kusam pasti sangat mengganggu penampilan, selain jenis rambut ini sering kusut dan sulit diatur, bahkan rambut menjadi lemah dan sangat mudah rontok. Rambut yang kering harus diberikan kelembaban yang ekstra. Para sobat bisa membuat condosioner yang mudah, yaitu dengan cara buatlah campuran dua sendok makan mayonaise dan satu buah avokad. Aduklah merata hingga tekstur avokad terasa lembut. Sebaiknya gunakanlah pada rambut yang agak basah sambik memberikan pijitan ringan. Diamkan selama 20 menit kemudian bilas dengan air bersih. Gunakanlah secara rutin untuk mempunyai rambut yang mengkilap dan menawan.

  • 4.RAMBUT YANG SULIT DI ATUR
Jika memunyai jenis rambut seperti ini, memang gampang-gampang susah dalam merawatnya. Selain rambut juga cepat kusut dan sulit untuk diatur dan ditata rapi.Sebaiknya para sobat membuat condisioner sendiri yang cukup mudah untuk rambut jenis ini. Caranya yaitu campurlah air perasan satu jeruk lemon, seperempat gelas zaitun dan 2 buah butir telur. Lalu oleskan campuran tersebut pada rambut yang basah serta kulit kepala. Biarkan hingga kering, lalu bilas dengan air bersih. Karena minyak zaitun akan membantu rambut jauh dari kusut dan mudah ditata. Vitamnin dan nutrisi dari telur dan jeruk membuat rambut lebih bersinar dan sehat, serta merangsang pertumbuhan pada rambut. Gunakanlah maksimal 1 minggu 2 kali untuk mendapatkan hasil yang menabjubkan.

  •  5. RAMBUT KOMBINASI (kulit kepala berminyak tetapi kondisi ujung rambut kering)
Gunakan shampoo hanya kulit kepala dan conditioner hanya pada ujung rambut. Untuk menghindari ujung rambut bercabang, lakukan pengguntingan ujung rambut setiap 6 minggu. Selain itu, gunakan sisir bergigi jarang dan hindari sisir yang berbentuk sikat.

  •  6. RAMBUT DENGAN KETOMBE
Gunakan shampoo anti ketombe sesering mungkin dan segera hentikan saat ketombe mulai berkurang. Hindari menggaruk kulit kepala untuk mencegah infeksi. Segera konsultasi ke dokter apabila setelah pemakaian shampoo anti ketombe dalam 2 minggu tidak ada perubahan atau bahkan kulit kepala malah terasa sakit, gatal, atau meradang

  •  7. CARA MENYUBURKAN RAMBUT RONTOK
Pilih Lidah buaya yg besar & tebal dagingnya, kupas bgian yg bergigi & kupas kulit di salah satu sisinya (kulitnya jgn di kupas semua, nnt jd susah dipegangnya)
gosok2 lidah buaya ke dasar kulit kepala, ulangi keseluruh kepala sampe merata.
pijat2 sebentar, trs tutup kepala dgn handuk, diamkan sekitar 15-30 menit. Nanti pertama2 memang agak terasa gatal, diamkan saja nanti jg hilang sendiri kok, mungkin efek lidah buayanya lg bekerja. Kemudian bilas sampai bersih, lakukan rutin minimal 2X seminggu. supaya makin cepat kelihatan manfaatnya, selesai keramas jgn lupa pake tonic rambut rontok atau vitamin rambut.
 

Selasa, 17 Juni 2014

Black Box Testing dan White Box Testing

Dua macam pendekatan test yaitu :

1. Black Box Testing

Test case ini bertujuan untuk menunjukkan fungsi PL tentang cara beroperasinya, apakah pemasukan data keluaran telah berjalan sebagaimana yang diharapkan dan apakah informasi yang disimpan secara eksternal selalu dijaga kemutakhirannya.

2. White Box Testing

Adalah meramalkan cara kerja perangkat lunak secara rinci, karenanya logikal path (jalur logika) perangkat lunak akan ditest dengan menyediakan test case yang akan mengerjakan kumpulan kondisi dan atau pengulangan secara spesifik. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%.



UJI COBA WHITE BOX

Uji coba white box adalah metode perancangan test case yang menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural untuk mendapatkan test case. Dengan rnenggunakan metode white box, analis sistem akan dapat memperoleh test case yang:
  • menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan sekurang-kurangnya sekali
  • mengerjakan seluruh keputusan logikal
  • mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya
  • mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas
 
1. UJI COBA BASIS PATH

Uji coba basis path adalah teknik uji coba white box yg diusulkan Tom McCabe. Metode ini memungkinkan perancang test case mendapatkan ukuran kekompleksan logical dari perancangan prosedural dan menggunkan ukuran ini sbg petunjuk untuk mendefinisikan basis set dari jalur pengerjaan. Test case yg didapat digunakan untuk mengerjakan basis set yg menjamin pengerjaan setiap perintah minimal satu kali selama uji coba.

PENGUJIAN BLACK-BOX
Pengujian black-box berfokus pada persyaratan fungsional PL. Pengujian inimemungkinkan analis system memperoleh kumpulan kondisi input yg akan mengerjakan seluruh keperluan fungsional program.
Tujuan metode ini mencari kesalaman pada:
  • Fungsi yg salah atau hilang
  • Kesalahan pada interface
  • Kesalahan pada struktur data atau akses database
  • Kesalahan performansi
  • Kesalahan inisialisasi dan tujuan akhir
Metode ini tidak terfokus pada struktur kontrol seperti pengujian whitebox tetapi pada domain informasi.
Pengujian dirancang untuk menjawab pertanyaan sbb:
  • Bagaimana validitas fungsional diuji?
  • Apa kelas input yg terbaik untuk uji coba yg baik?
  • Apakah sistem sangat peka terhadap nilai input tertentu?
  • Bagaimana jika kelas data yang terbatas dipisahkan?
  • Bagaimana volume data yg dapat ditoleransi oleh sistem?
  • Bagaimana pengaruh kombinasi data terhadap pengoperasian system?
1. EQUIVALENCE PARTITIONING

Equivalence partitioning adalah metode pengujian black-box yg memecah atau membagi domain input dari program ke dalam kelas-kelas data sehingga test case dapat diperoleh. Perancangan test case equivalence partitioning berdasarkan evaluasi kelas equivalence untuk kondisi input yg menggambarkan kumpulan keadaan yg valid atau tidak. Kondisi input dapat berupa nilai numeric, range nilai, kumpulan nilai yg berhubungan atau kondisi Boolean.
Contoh :
Pemeliharaan data untuk aplikasi bank yg sudah diotomatisasikan. Pemakai  dapat memutar nomor telepon bank dengan menggunakan mikro komputer yg terhubung dengan password yg telah ditentukan dan diikuti dengan perintah-perintah. Data yg diterima adalah :

Kode area : kosong atau 3 digit
Prefix : 3 digit atau tidak diawali 0 atau 1
Suffix : 4 digit
Password : 6 digit alfanumerik
Perintah : check, deposit, dll
Selanjutnya kondisi input digabungkan dengan masing-masing data elemen dapat ditentukan sbb :
Kode area : kondisi input, Boolean – kode area mungkin ada atau tidak
kondisi input, range – nilai ditentukan antara 200 dan 999
Prefix : kondisi input range > 200 atau tidak diawali 0 atau 1
Suffix : kondisi input nilai 4 digit
Password : kondisi input boolean – pw mungkin diperlukan atau tidak kondisi input nilai dengan 6 karakter string
Perintah : kondisi input set berisi perintah-perintah yang telah
didefinisikan.
 

Testing dan Implementasi Sistem

Pengertian Testing dan Implementasi Sistem Informasi 



I. Definisi Testing

 Menurut Hetzel 1973, Proses pemantapan kepercayaan akan kinerja program atau sistem sebagaimana yang diharapkan.

Menurut Myers 1979, Proses eksekusi program atau sistem secara intens untuk menemukan error.

Menurut Hetzel 1983, Siap aktivitas yang digunakan untuk dapat melakukan evaluasi suatu atribut atau kemampuan dari program atau sistem dan menentukan apakah telah memenuhi kebutuhan atau hasil yang diharapkan.

Menurut Standar ANSI/IEEE 1059, Proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan ( defects / errors / bugs ) dan mengevaluasi fitur- fitur dari entitas software.

Suatu proses yang dilakukan untuk menilai apakah yang dirancang telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Suatu kegiatan untuk mengevaluasi keunggulan dan kelermahan terhadap sesuatu yang diuji (kwalitas produk). Mengevaluasi terhadap urutan kegiatan yang sistematis dalam mencapai tujuan system. Mengevaluasi keseimbangan jumlah pelaksanaan kegiatan dengan beban kerja dalam sesuatu prosedur kegiatan.

Berbagai sudut pandang tentang testing :
1. Melakukan cek pada program terhadap spesifikasi.
2. Menemukan bug pada program.
3. Menentukan penerimaan dari pengguna.
4. Memastikan suatu sistem siap digunakan.
5. Meningkatkan kepercayaan terhadap kinerja program.
6. Memperlihatkan bahwa program bekerja dengan benar.
7. Membuktikan bahwa error tidak terjadi.
8. Mengetahui akan keterbatasan sistem.
9. Mempelajari apa yang tidak dapat dilakukan oleh sistem.
10.Melakukan evaluasi kemampuan sistem.
11. Verifikasi dokumen.
12.Memastikan bahwa pekerjaan telah terselesaikan.

Pengertian Testing yang dihubungkan dengan proses verifikasi dan validasi software :

Testing software adalah proses mengoperasikan software dalam suatu kondisi yang dikendalikan, untuk
 1. Verifikasi apakah telah berlaku sebagaimana telah ditetapkan (menurut spesifikasi),
 2. mendeteksi error , dan
 3. Validasi apakah spesifikasi yang telah ditetapkan sudah memenuhi keinginan atau kebutuhan dari pengguna yang sebenarnya.

Verifikasi adalah pengecekan atau pengetesan entitas-entitas, termasuk software, untuk pemenuhan dan konsistensi dengan melakukan evaluasi hasil terhadap kebutuhan yang telah ditetapkan. (Are we building the system right?)
Validasi melihat kebenaran sistem, apakah proses yang ditulis dalam spesifikasi adalah apa yang sebenarnya diinginkan atau dibutuhkan oleh pengguna. (Are we building the right system?)

Testing merupakan aktifitas pengumpulan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan evaluasi efektifitas kerja.
Jadi tiap efektifitas yang digunakan dengan obyektifitas untuk menolong kita dalam mengevaluasi atau mengukur suatu atribut software dapat disebut sebagai suatu aktifitas testing. Termasuk di dalamnya review, walk-through, inspeksi dan penilaian serta analisa yang ada selama proses pengembangan.

cara termudah dan paling efektif, untuk menganalisa suatu software antara lain :

1. Apakah software telah siap digunakan ?
2. Apa saja resikonya ?
3. Apa saja kemampuannya ?
3. Apa saja keterbatasannya ?
4. Apa saja masalahnya ?
5. Apakah telah berlaku seperti yang diharapkan ?

II. Definisi Pengujian Sistem

             Suatu proses yang dilakukan untuk menilai apakah yang dirancang telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Suatu kegian untuk mengevaluasi keunggulan dan kelermahan terhadap sesuatu yang diuji (kwalitas produk). Mengevaluasi terhadap urutan kegiatan yang sistematis dalam mencapai tujuan system. Mengevaluasi keseimbangan jumlah pelaksanaan kegiatan dengan beban kerja dalam sesuatu prosedur kegiatan.

III. Definisi Sistem

            Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini : Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

           Pengertian sistem menurut Wikipedia indonesia adalah sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sedangkan menurut beberapa ahli pengertian sistem adalah sebagai berikut :

1. Menurut LUDWIG VON BARTALANFY, Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

2. Menurut ANATOL RAPOROT, Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

3. Menurut L. ACKOF, Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen :
• Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.
• Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
• Hubungan internal, di antara objek-objek di dalamnya lingkungan tempat di mana sistem berada.

Syarat-syarat sistem sebuah :
a. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.
b. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
c. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
d. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
e. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.

Karakteristik Sistem

Karakteristik sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut :

a. Komponen Sistem (Components)

                 Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem.
                  Setiap subsistem mempunyai sifat- sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

b. Batas Sistem (Boundary)

                  Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. Lingkungan Luar Sistem (Environments).

                  Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.

c. Penghubung (Interface) Sistem.

                  Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

d. Masukan (Input) Sistem

                   Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

e. Keluaran (Output) Sistem

                   Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

f. Pengolah (Process) Sistem

                  Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistemakuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.

g. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)

                  Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak
mempnyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atautujuannya. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah, goalbiasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam
ruang lingkup yang lebih sempit.
                Bila merupakan suatu sistem utama, seperti misalnya sistem bisnis perusahaan, maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan.


Klasifikasi Sistem

a. DETERMINISTIK SISTEM

Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan / diketahui dengan pasti.

b. PROBABILISTIK SISTEM.

Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).

c. OPEN SISTEM.

Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya.

d. CLOSED SISTEM.

Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.

e. RELATIVELY CLOSED SISTEM

Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas tertentu.

f. ARTIFICIAL SISTEM.

Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.

g. NATURAL SISTEM.

Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.

Tujuan Testing.
            Secara umum dari proses testing adalah melakukan verifikasi, validasi, dan mendeteksi terjadinya error pada aplikasi tersebut. Dari ketiga hal tersebut diharapkan dapat menemukan masalah – masalah atau kesalahan dan dari hasil penemuan tersebut dapat dilakukan suatu pembenahan. Verifikasi, validasi, dan deteksi adalah bagian dari proses testing yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Memiliki pengertian seperti berikut :
• Verifikasi, bagaimana suatu sistem tersebut benar atau tidak. Yang pertama dilihat adalah bagaimana struktur, hingga susunan yang ada. Kemudian jika semua telah baik maka harus kembali dikaji dan dicocokan dengan rancangan awal yang telah dibuat.
• Validasi, bagaimana sebuah sistem yang telah dibuat telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
• Deteksi, mendeteksi error atau kesalahan pada sistem, atau dengan kata lain yaitu proses pengembangan dari satu program ke program lainnya yang lebih rumit.
Testing memiliki tujuan – tujuan lainnya, mengapa testing perlu dilakukan, yaitu ;
• Menyediakan informasi – informasi pokok, dan informasi untuk mendeteksi error hingga dapat ditanggulangi sedini mungkin maupun penunjang untuk kualitas dari produk software tersebut.
• Meningkatkan kepercayaan akan sistem itu sendiri, bahwa sistem tersebut dapat digunakan sesuai dengan resiko yang digunakan.
• Mencari error dan kelemahan dari sistem tersebut, kadang juga dapat mendeteksi keterbatasan kinerja dari sistem tersebut.